Kisah apa yang kau inginkan, nak?
Katakanlah!
Kisah tentang hutan yang tak lagi hijau,
Gerombolan fauna yang hijrah ke kota,
Semua ada di sini.
Kisah apa yang kau inginkan, nak?
Katakanlah!
Kisah tentang penganiayaan,
Pemberontakan kaum buruh,
Tragedi kemanusiaan yang panjang,
Semua ada di sini.
Kisah apa yang kau inginkan, nak?
Katakanlah!
Kisah tentang kegilaan manusia,
Pejantan yang memakai rok,
Perawan yang duduk mengangkang,
Penyuka sesama kelamin,
Semua ada di sini.
Teror!
Intimidasi!
Kelaparan!
Kezaliman!
Kebohongan!
Semua ada di sini.
Katakanlah!
Aku tak punya banyak waktu.
M. Fathir Al Anfal (2011)
Thursday, November 3, 2011
Wednesday, November 2, 2011
Setia Tak Setia
Warnet adalah tempat yang tepat bagiku di hari itu untuk mendinginkan hati yang saat itu begitu panas. Bukan karena ruangannya yang ber-AC tapi dari situlah aku bisa mencurahkan panas hatiku kepada dunia. Panas yang kualami bukan hanya sekedar panas akibat surya bara neraka yang menyentuh kulit tapi lebih dari itu. Siang di hari itu yang begitu panas mendadak mendung di sore hari, di saat aku sudah berada di depan layar komputer. Menuangkan perasaan marahku di facebook dan juga twitter.
Tapi, kenapa aku marah dan kenapa hatiku begitu panas? Mungkin kamu ingin tahu atau mungkin kamu tak peduli, lalu pergi begitu saja. Percayalah, aku juga tak peduli. Aku hanya ingin menceritakan apa yang kurasakan. Rasanya sakit hati, rasanya dikhianati, rasanya diselingkuhi, dan semuanya. Aku akan mengenalkan siapa diriku dan mulai mengisahkan kisah pedih yang mungkin pernah kamu alami juga ini, tak peduli kamu ingin mengetahuinya atau tidak. Sekarang, pilihan ada di tanganmu.
Tapi, kenapa aku marah dan kenapa hatiku begitu panas? Mungkin kamu ingin tahu atau mungkin kamu tak peduli, lalu pergi begitu saja. Percayalah, aku juga tak peduli. Aku hanya ingin menceritakan apa yang kurasakan. Rasanya sakit hati, rasanya dikhianati, rasanya diselingkuhi, dan semuanya. Aku akan mengenalkan siapa diriku dan mulai mengisahkan kisah pedih yang mungkin pernah kamu alami juga ini, tak peduli kamu ingin mengetahuinya atau tidak. Sekarang, pilihan ada di tanganmu.
Tuesday, November 1, 2011
SAWO episode 2
Di dalam sebuah ruangan yang cukup gelap seakan sinar matahari sulit masuk, entah dimana, seseorang yang menggunakan jubah hitam sedang membersihkan tangannya dari darah yang sudah agak mengering. Tangannya begitu halus dan putih dan nampak semakin cerah setelah noda darah itu benar-benar lenyap dari tangannya. Dia matikan keran, berjalan, lalu duduk di sebuah kursi yang di depannya terdapat sebuah meja. Ia membuka laci meja yang paling atas yang di dalamnya terdapat sebuah buku kecil, semacam buku catatan. Tangan kirinya lantas mengambil buku itu dan tangan kanannya secara bersamaan mengambil spidol merah yang berdiri di atas meja. Buku itu nyaris kosong, hanya ada tulisan di tengah buku. Tulisannya berupa daftar nama-nama yang sebagian sudah tak asing lagi. Nama-nama itu adalah sebagai berikut:
Ahmad Tarmizi / Joni
Suryadi / Bejo
M. Anwar / Koplak
Reni Elliani
Purnomo
Nama yang pertama sudah tercoret garis merah. Kini, ia mencoret nama yang kedua secara perlahan dengan spidol merah itu lalu menutup buku tersebut dan meletakkannya kembali di laci yang sama.
***
Ahmad Tarmizi / Joni
Suryadi / Bejo
M. Anwar / Koplak
Reni Elliani
Purnomo
Nama yang pertama sudah tercoret garis merah. Kini, ia mencoret nama yang kedua secara perlahan dengan spidol merah itu lalu menutup buku tersebut dan meletakkannya kembali di laci yang sama.
***
Subscribe to:
Posts (Atom)
