Kata orang, yang namanya rezeki, jodoh, dan maut itu di tangan Tuhan. Terkadang kita tak pernah tahu kapan ketiganya hadir. Orang juga bilang hidup itu seperti roda. Kadang di atas, kadang di bawah. Tapi, apakah yang kini sudah di atas harus ketar-ketir karena suatu saat akan di bawah atau yang kini masih di bawah harus berbangga karena suatu saat akan di atas?
foto: google.com
Alkisah, di akhir tahun 2011, dua orang sahabat sedang bermain Kartu Uno, sebuah kartu dengan empat warna yang sangat seru dan masih banyak orang yang belum mengetahui soal kartu unik tersebut. Yang agak kurus dan berkulit cokelat tua bernama Farhan, sedangkan yang agak gemuk dan berkulit cokelat muda bernama Andi. Keduanya adalah seorang mahasiswa di sebuah universitas ternama di negeri yang tak kalah ternama soal korupsinya ini.
Tiba-tiba, Farhan yang sebenarnya sedang menginap di kamar Andi yang tinggal di asrama kampus mendapat sebuah SMS dari nomer: +44777000xxxx (untuk keamanan). Tak penting masalah nomernya tapi yang membuat ia dan Andi kaget adalah bunyi SMS-nya. Karena SMS-nya menggunakan bahasa Inggris dan rakyat negeri ini banyak yang belum menguasai bahasa internasional tersebut, jadi saya terjemahkan saja. Begini bunyinya:
"Selamat, nomor ponsel anda memenangkan 550.000,00 Pounds. Untuk mengklaimnya, silakan kirim nama dan nomor ponsel anda via email ke: blablabla@blablabla.com (untuk keamanan)."
"Menurut kamu, apa ini sungguhan?," tanya Farhan.
"Entahlah, tapi tidak ada salahnya juga kalau di kirim nama dan nomormu. Siapa tahu saja benaran?", jawab Andi.
"Tapi, jangan-jangan ini jebakan?", ketus Farhan lagi.
"Tenang saja. Kan cuma nama sama nomer HP, jadi takkan berbahaya menurutku." tegas Andi dengan nada meyakinkan.
***

